03 January 2010

Cahaya


Saat malam makin tua.
Tanpa undangan untuk mata kita melihatnya.
Mataku mulai terbiasa dalam kegelapan yang seakan mengejek kelemahan manusia.
Aku sadar hal yang tergaris ini.
Dengan kata yang boleh menutup hati.
Dengan bisikan yang boleh mengeruhkan hati.
Dengan pendangan yang boleh menyakitkan hati.

Gelap memang terasa, ku harap terang hatiku dalam keheningan ini.
Mataku, semakin perih, dipaksa menangkap setiap bias cahaya yang tak dapat menyatu,
Bertarung melawan gelap tanpa senjata, seakan tersiksa tak mampu di lawan.


Kuharap datangnya cahaya.
Cahaya yang akan menghambat kegelapan ini.
Cahaya yang akan menerangi semula dunia ini.
Cahaya yang dapat menghindari kaki dari tersandung.
Cahaya yang dapat menyuluh jalan yang gelap.

Aku bersyukur bila datang cahaya.
Kegelapan sedikit demi sedikit menghilang.
Cuma...
Sampai bilakah cahaya ini akan bertahan.
Aku tak mahu berada dalam kegelapan lagi...


2 comments:

AZANI said...

salam ustaz,
gelapmu luaran sahaja, dalaman bergemilangan...

Anonymous said...

zam,
kau tak bayar bil api ke...
atau ytl tripped

zakin