05 May 2009

Bulu...

Diceritakan pada Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."

"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian.

Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa kecuali aku dan suaramu."

"Inilah saksi-saksi itu,"ujar malaikat.

Tiba-tiba mata nya bicara, "Saya yg memandangi."
Diikuti pula oleh telinga, "Saya yg mendengarkan."
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium."
Bibir mengaku, "Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang mengisap."
Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas."
Kaki menyusul, "Saya yang berjalan kearahnya."

"Lihat sekarang, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan burukmu itu", ucap malaikat.

Orang tersebut tidak dapat menafikan lagi. Ia putus asa dan amat berduka cita, sebab sebentar lagi dia bakal dicampakkan ke dalam jahanam. Padahal, sebelum itu ia merasakan yang ia boleh bebas dari tuduhan itu.


Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, tiba tiba terdengar suara yg amat lembut dari sehelai bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi." "Silakan", kata malaikat. "Pada suatu tengh malam yg sepi, aku pernah dibasahi dengan air mata nya ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah Nabi pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba yang bertaubat, walaupun sehelai bulu matanya saja yg dibasahi air mata, maka diharamkan dirinya dari api neraka? Maka dengan ini saya, sehelai bulu matanya, tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan taubat sehingga membasahi saya dengan air mata penyesalan."

Dengan kesaksian sehelai bulu mata ini, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan sehelai bulu mata."

2 comments:

AZANI said...

Alhamdulillah, semoga pengakhiran yang baik bagi kita semua.

GigiPalsu said...

Amin...